TRAGIS !

21Jun08

Kata tersebut yang berada di fikiran saya ketika berakhir pertandingan antara Belanda versus Rusia. Setelah tidak menulis tentang strategi para tim nas di fase grup Piala Eropa, muncul keinginan untuk menuliskan apa yang berkesan di pertandingan ini. Saya yakin,banyak orang tidak menduga bahwa pertandingan seperti ini prosesnya. Akhirnya, Rusia menang dengan skor 3-1. Mereka lolos ke perempat final mengalahkan Belanda, sang pujaan banyak orang yang terkesan dengan total football di awal fase grup.

Saya bisa membayangkan reaksi kekhawatiran orang-orang pendukung Belanda, ketika Belanda tidak bermain semestinya. Bermain imbang 0-0 hingga babak pertama berakhir.Gol Rusia terjadi di menit 55 oleh Roman Pavlychuenko. Belanda baru bisa membalas lewat sudulan Nistelrooy di menjelang menit-menit akhir babak kedua. Kurangnya inspirasi di sekitar kotak penalty lawan dan ketatnya penjagaan barisan pertahanan Rusia membuat para pendobrak Belanda frustasi. Berulang kali Sneijder melepaskan tembakan dari luar kotak penaltI, namun tidak ada yang mengarah ke gawang Rusia secara sempurna.

Semakin mendekati waktu berakhir, Belanda semakin bermain tidak terpola. Tidak ada lagi impresitas tim, diganti oleh pasukan oranye yang kelelahan. Mata para pemain kehilangan cahaya mata semangat. Barisan pertahanan Belanda berulang kali mudah ditembus khususnya sektor kanan yang di jaga oleh Hetinga. Gol kedua lahir juga karena kegagalan sektor ini meredam pergerakan pemain Rusia. Akhirnya, bola lambung Arshavin mendapat sentuhan akhir dari Dmitri Torbinski menjebol gawang van der Sarr. Rusia menekan terus sedang Belanda semakin tidak memikat untuk ditonton. Hingga, Rusia berhasil melambungkan kegembiran para pendukungnya setelah gol ketiga melalui pergerakan Arshavin menusuk dari sektor kiri.

“Selesai sudah”

Demikian pendapat para pendukung Belanda. Entah ini menunjuk kepada perjalanan Belanda yang selesai sampai disini di Piala Eropa atau ditujukan kepada para pemain yang gagal menunjukkan kembali kualitas gaya permainan total football yang tidak semestinya. Terakhir merebut Piala Eropa tahun 1988, tak bisa terulang lagi di tahun 2008. Tak ada yang terlalu istimewa dari Rusia selain menjaga kedisiplinan pemain berkonsentrasi dalam bertahan dan menyerang sehingga menumpulkan kreatifitas Belanda yang menyandang nama besar baik berasal dari sejarah perolehan Piala Eropa maupun prestasi para skuad di klub masing-masing. Gus Hiddink sukses menumbangkan tim nas negara asalnya, namun juga membawa harum aroma bahwa pelatih dari Belanda memang bagus. Kejutan !



No Responses Yet to “TRAGIS !”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply