SPANYOL,LAYAK!

04Jul08

Sekali lagi, layak !

Spanyol memang layak menjadi kampiun Piala Eropa 08. Kemenangan 1-0 atas Jerman di final kemarin menjadi bukti daya serang anak-anak asuhan Luis Aragones, sang pelatih tertua di ajang tersebut. Mereka mampu mempertahankan kemenangan 100% tanpa kalah. Bukan itu saja, mereka mampu menampilkan penampilan bermain sepak bola yang indah. Gerakan kaki-ke kaki, bergerak terus mencari ruang untuk menerima umpan terbukti jitu.

Sebelum pertandingan, Jerman yang sering dianggap sebagai mesin diesel karena kian panas ketika mendekati babak selanjutnya dalam turnamen dianggap memiliki peluang besar mengingat ukuran dan kekuatan fisik para pemainnya. Umpan-umpan lambung, servis bola mati, dan tackling pemain Jerman berhadapan dengan umpan-umpan pendek , teknik individu, dan kecepatan pemain Spanyol. Hasilnya?

Sama-sama menurunkan formasi 4-5-1, pertarungan lini tengah menjadi seru. 10 menit pertama, Jerman yang dimotori Michael Ballack yang ternyata bisa turun, menyerang. Namun setelah itu, dominasi Spanyol mulai kelihatan. Kelincahan individu para gelandang Spanyol menyulitkan para pemain Jerman untuk merebut bola. Bukan hanya di lini tengah, barisan pertahanan Spanyol pun secara umum disiplin mengerjakan tugasnya. Iker Casillas tak jarang terlibat duel perebutan bola.

Menit ke 33, kecepatan striker Spanyol, Fernando Torres, mampu mengecoh Lamph dan kiper, Lehmann, dan menyarangkan bola ke gawang Jerman. 1-0. Jerman menambah daya gedor dengan memasukkan Gomes dan menarik lebih kedepan posisi Ballack. Harapannya adalah, konsentrasi penjagaan barisan belakang Spanyol terpecah. Tapi skor tersebut bertahan hingga peluit babak kedua berbunyi. Selain predikat piala, predikat pencetak gol terbanyak juga dimiliki Spanyol melalui David Villa dengan jumlah 4 gol.

Ketika mengingat lagi sepak terjang Spanyol dalam Piala Eropa ini, saya teringat kepada tim PSSI kita. Saya masih ingat dengan kemampuan tim PSSI pada piala Asia kemarin. Menjanjikan menjadi tim yang besar. Saya pikir, secara fisik, para pemain timnas kita tidaklah terlalu berbeda. Dari Spanyol kita diajari untuk tidak minder kepada tim besar dan pemain-pemain yang lebih besar fisiknya. Utamakan kolektifitas umpan-umpan pendek, kesabaran serta kedisiplinan maka tim seperti ini pasti membuat frustasi lawan-lawannya.

Saya juga harus jujur, apa yang terjadi pada liga dan induk organisasi sepak bola di Indonesia -PSSI- belum bisa membentuk karakter para pemain yang ideal seperti para pemain Spanyol. Ada bidang-bidang diluar teknis yang juga perlu dibenahi untuk menuju prestasi nasional. Jika mengingat berita tentang kritik dan sengketa di liga dan PSSI, terasa berat untuk menyelesaikannya. Tenaga akan terasa terkuras habis. Tapi,sepertinya memang itu juga yang harus dilalui.

Waktu ini, saya masih lebih senang bicara hasil kemarin dari pada membahas carut marut liga dan PSSI kita,karena bagi saya Spanyol telah menampilkan gaya permainan yang enak ditonton. Klimaksnya adalah, juara!



4 Responses to “SPANYOL,LAYAK!”  

  1. 1 cahyo

    sepakat. bravo spanyol!

  2. 2 fendy nuril

    sepakat………’ hal gampang ko digawe mumet. indonesia indonesia kapan majune……..,

  3. 3 Kancamu

    heh!

    pie kbare?
    aku menemukanmu, berikut blog ini..
    nengndi kowe saiki?

    indra

  4. 4 axlrose

    mulai dari diri sendiri. fair. kalau semua individu orientasinya seperti ini. niscaya PSSI membaik.

    Aa Gym aja pernah bilang seperti ini. kalo nunggu orang lain sadar, wah lama…

    hal2 yang mirip seperti ini adalah: software bajakan. dalih: bahwa software mahal,itu lain lagi… INTINYA: mulai dari diri sendiri… Seberapa culaskah kita…?


Leave a Reply